Cara Menghitung Pajak Untuk Profesi Freelancer

Cara Menghitung Pajak Untuk Profesi Freelancer

Jika dahulu seorang freelancer bisa bekerja secara bebas dan nyaman, mungkin kini kebebasan tersebut sedikit terganggu karena seorang freelancer pun kini pekerjaannya diakui dunia pajak bisa membayar  membantu menambah kas negara dengan cara membayar pajak sebagaimana yang seringkali dilakukan oleh karyawan biasa.

Jenis pajak yang diberlakukan pada freelancer merupakan Pajak NPPN yakni Norma Perhitungan Penghasilan Netto yang mana harus disetorkan secara mandiri. Jadi, Anda bisa saja terbebas dari pengursan surat menyurat khusus terkecuali jika Anda terlambar melaporkannya.

Seorang freelancer wajib melaporkan dan menyetorkan SPT Tahunan untuk orang pribadi di mana pajak yang dimaksudkan merupakan semua penghasilan yang dikenakan wajib pajak. Biasanya NPPN dipakai untuk membantu menghitung PPh 25/29 yang mana telah memenuhi persyaratan, termasuk perhitungan nilai omzet kotor yang mana tiak lebih dari Rp. 4.80 miliar tiap tahunnya. Kurang lebih selama 3 bulan Anda diwajibkan untuk melaporkan dan membayar pajak di KPP dari perhitungan tahun pajak.

Cara Menghitung Pajak Seorang Freelancer

Setelah mengetahui jika jenis pekerjaan ini pun dikenakan tarif pajak, Anda jadi tertarik untuk menghitung sekiranya berapa besar total pajak yang harus dibayarkan oleh seorang freelancer.

Pada dasarnya, besaran pajak akan dilihat dari beberapa kriteria di bawah ini:

  1. Pajak yang diberlakukan untuk Bandung, Medan, Palembang, Semarang dan ibu kota Provinsi lainnya.
  2. Pajak yang berlaku adalah pajak ibu kota provinsi lain
  3. Serta daerah lainnya

Misalnya, jika Anda masih single dan bekerja secara freelance di konsultan pendidikan di kota Jakarta, maka setidaknya Anda menghasilkan Rp.10 juta dari pekerjaan tersebut. Maka untuk menghitung besarnya nilai pajak, Anda dapat menggunakan NPPN dengan rumus ini:

  • Penghasilan netto merupakan penghasilan Bruto dalam kurun satu tahun dikalikan 50% khusus D.K.I Jakarta
  • Penghasilan nettor merupakan 120 juta x 50%= 60 juta
  • PKP (Penghasilan Kena Pajak) bisa diartikan sbagai penghasilan netto-PTKP. Contohnya RP. 60 juta-RP. 54 juta =RP. 6 juta
  • Di mana PPh 21 yang wajib dibayarkan dalam satu tahun= 5%x Rp. 6 juta menjadi RP. 300 ribu.

Sumber : smconsult

Leave a Reply